Pengertian Pidato Persuasif
Pidato persuasif adalah pidato yang berisi ajakan kepada masyarakat
untuk melakukan sesuatu. Pidato persuasif berisikan pesan yang
disampaikan kepada audiens oleh seorang pembicara untuk mempengaruhi
atau mengajak masyarakat. Dalam pidato persuasif biasanya hal yang
disampaikan berupa gagasan, isu, konsep, atau produk agar audiens
terbujuk.
Tujuan Pidato Persuasif
1. Pembentukan Tanggapan
Tujuan pidato persuasif pada bagian ini adalah untuk membentuk
masyarakat agar memberikan tanggapan dan audiens dapat berbicara atau
berperan aktif dalam menanggapi pidato. Sebagai seseorang yang sedang
berpidato, kita harus bisa mengaitkan topik pembicaraan dengan kondisi
masyarakat agar bisa menghasilkan tanggapan yang natural.
Selain itu, perlu dipahami juga oleh pembicara bahwa dengan adanya
pembentukan tanggapan diharapkan ada proses ide-ide baru dengan nilai
masyarakat hingga menghasilkan perubahan perilaku. Dengan begitu,
penyampaian pidato bisa bermanfaat bagi audiens.
2. Penguatan Tanggapan
Apabila sudah terjadi pembentukan tanggapan yang baik dan sesuai
dengan topik pembicaraan, maka tahapan selanjutnya adalah menguatkan
tanggapan tersebut. Dengan memberikan penguatan tanggapan bagi
sekelompok masyarakat bertujuan untuk menjaga kesinambungan antara
perilaku yang sedang berlangsung terhadap beberapa topik, gagasan atau
isu.
Pada dasarnya, proses ini bertujuan untuk mendorong audiens bahwa
yang ia lakukan didukung dan juga berdasarkan data atau nilai-nilai
dalam masyarakat.
3. Pengubahan Tanggapan
Tujuan pidato persuasif yang ketiga adalah pengubahan tanggapan.
Pengubahan tanggapan ini biasanya dilakukan kepada audiens atau kelompok
masyarakat karena sering melakukan kebiasaan buruk.
Oleh sebab itu, sebagai pembicara pidato atau orator, maka kamu harus
bisa mengubah pemikiran dan mengajak audiens kamu kepada hal yang lebih
baik. Contohnya seperti, ajakan untuk membuang sampah pada tempatnya,
menjaga kebersihan dimanapun kamu berada, dan masih banyak lagi.
Ciri-Ciri Pidato Persuasif
- Di dalam pidato persuasif, mengandung kalimat ajakan atau perintah atau rekomendasi.
- Memiliki kalimat yang bersifat mendorong atau mengajak seseorang melakukan sesuatu.
- Kalimat yang digunakan bersifat membangun.
- Jika kamu ingin mengajak atau mendorong seseorang melakukan sesuatu,
kamu juga harus menyertai ajakan kamu dengan masalah yang akan dibahas.
- Kamu juga perlu membangun emosi para pendengar, agar mereka menyetujui dan mendengarkan apa yang kamu sampaikan.
Struktur Pidato Persuasif
1. Pembukaan
Biasanya pada bagian pidato pembukaan berisikan salam pembuka, ucapan penghormatan (Sapaan), dan ucapan rasa syukur.
a. Salam Pembuka
Pada salam pembuka, pidato biasanya bertujuan untuk menyapa para
pendengar atau audience. Salam pembuka biasanya disampaikan sesuai
dengan latar belakang dan situasi pada saat itu juga. Contoh, salam
pembuka yang bisa kamu pakai adalah selamat pagi, selamat siang atau
selamat malam.
b. Ucapan Penghormatan (Sapaan)
Pada saat sapaan atau ucapan penghormatan ini, dimaksudkan sebagai
bentuk rasa hormat untuk para hadirin yang diucapkan oleh orang yang
berpidato. Biasanya, penghormatan dilakukan sebagai ucapan terima kasih
untuk para hadirin yang bersedia hadir.
Selain Itu, ucapan penghormatan ini dilakukan secara khusus kepada
tamu undangan yang biasanya diundang dalam acara tersebut atau kepada
audiens yang memiliki tingkatan sosial atau umur yang lebih tinggi.
Melalui ucapan penghormatan, audiens diharapkan mendapatkan ucapan
hangat terlebih dahulu.
c. Ucapan Rasa Syukur
Struktur pidato persuasif selanjutnya adalah mengucapkan syukur. Rasa
syukur yang diucapkan sebagai salah satu bentuk ucapan terimakasih
kepada Tuhan karena telah memberikan kesempatan untuk bisa mengadakan
acara dan juga kesempatan untuk menyampaikan pidato pada acara itu.
Ada pula pengenalan singkat pada topik yang akan dibahas pada bagian
pembukaan. Selain itu, pada bagian pembukaan ini juga berfungsi sebagai
pengantar sebelum akhirnya pada tahap penjelasan atau isi pidato bisa
dipahami lebih mudah oleh audiens. Biasanya pada bagian pembukaan ini
juga dijelaskan pengantar isi pidato yang berupa deskripsi topik yang
akan dibahas.
2. Isi Pidato
Setelah melakukan pembukaan dengan mengucapkan salam dan ucapan
syukur. Selanjutnya, kamu bisa melanjutkan pidato dengan menyampaikan
isi pidato. Pada bagian ini, orator atau orang yang menyampaikan pidato
akan menyampaikan pendapat, gagasan, alasan, informasi-informasi penting
yang tentunya bertujuan untuk mengajak atau mendorong para pendengar.
Jika kamu ingin pendapatmu dapat didengar dan dipercaya, maka kamu
harus menggunakan alasan yang dapat meyakinkan serta memiliki data yang
aktual dan sudah disesuaikan dengan topik yang akan disampaikan.
3. Penutup Pidato
Sesuai dengan namanya, maka bagian ini berada pada akhir pidato.
Orator harus menutup pidatonya dengan baik, biasanya orator akan menutup
dengan saran, ajakan, kesimpulan pidato agar semakin meyakinkan para
audiens atas pernyataan yang sudah disampaikan. Kemudian, dilanjutkan
dengan permintaan maaf untuk salah-salah kata serta salam penutup atau
bisa juga ucapan terimakasih.
Cara Menyusun Teks Pidato
Kamu sudah mengetahui apa saja bagian-bagian yang ada pada teks
pidato, dalam membuat teks pidato ada beberapa hal yang perlu kamu
perhatikan agar teks pidato kamu nantinya akan tersusun secara rapi dan
sesuai dengan apa yang akan kamu bicarakan. Berikut adalah
langkah-langkah untuk menyusun teks pidato.
1. Memilih dan Menentukan Topik
Pada tahap pertama menyusun teks pidato, kamu harus menentukan topik
yang akan kamu sampaikan. Setelah kamu menentukan topik yang akan kamu
bicarakan nanti, kamu juga wajib untuk mempelajari topiknya.
Untuk bisa mempelajari topik yang sudah dipilih, kamu dapat melakukan
riset terhadap topik tersebut. Kemudian, carilah informasi-informasi
terbaru dan terpercaya, agar pidatomu semakin meyakinkan. Kamu bisa
mencari informasi-informasi tersebut melalui internet atau media online lainnya. Selain itu, kamu juga bisa mencari melalui buku, koran, majalah, dan sumber informasi lainnya.
2. Menentukan Tujuan Pidato
Pada tahap ini, kamu harus menentukan tujuan apa yang ingin kamu
capai dari pidato persuasif akan disampaikan. Dengan menentukan tujuan
pidato persuasif, maka kamu dapat menyampaikan gagasan, pendapat, dan
pesan yang ingin kamu sampaikan ke audiens, sehingga dapat didengar dan
diterima dengan baik.
Selain itu, kamu bisa menentukan tujuan pidato dengan beberapa
pertanyaan yang dapat diukur, seperti apakah dengan pidatomu, kamu
mengharapkan audiens melakukan sesuatu? atau apakah dengan pidatomu,
kamu mengharapkan audiens merubah suatu perilaku? Dengan menyusun
beberapa pertanyaan terhadap apa yang ingin kamu capai, maka kamu bisa
menentukan tujuan menyampaikan pidato, sehingga isi pidato bisa
disesuaikan dengan baik.
3. Memahami Audiens
Dalam menyusun teks pidato, kamu juga perlu memperhatikan sasaran
audiens. Pastinya kamu tidak ingin pidato yang telah disampaikan hanya
menjadi angin lalu karena tidak relevan dengan kondisi audiens saat ini.
Oleh karena itu, kamu harus memahami beberapa hal seperti, siapa saja
yang akan menjadi audiens, berapakah rentang umur audiens, dan latar
belakang audiens.
Contohnya, jika audiens kamu ternyata adalah mereka yang masih muda
dan merupakan generasi milenial, kamu tidak mungkin berbicara terlalu
formal dengan intonasi yang membosankan karena pastinya pidato yang
disampaikan tidak diperhatikan dengan baik.
4. Menentukan Pokok Argumentasi
Tahap selanjutnya adalah menentukan pokok argumentasi. Dengan
menentukan pokok argumentasi, kamu bisa membuat pidato menjadi lebih
tersusun dan to the point. Kamu bisa menyampaikan 3 hingga 4
pokok argumentasi atau sesuai dengan durasi pidato yang ingin kamu
sampaikan. Perlu diingat ya, kamu harus menyampaikan argumentasi yang
logis, jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Mengembangkan Naskah Pidato
Setelah sudah melakukan langkah-langkah di atas, kamu bisa memulai
untuk menulis naskah pidato persuasif. Kamu bisa mengembangkan naskah
pidato persuasif sesuai dengan struktur pidato dan poin-poin argumen
yang sudah kamu temukan sebelumnya.
Cara Menyampaikan Pidato yang Baik dan Benar
1. Cara Persuasi Audiens
Cara ini bertujuan untuk membujuk atau mengajak audiens agar yakin
dan ingin mengikuti apa yang kamu sampaikan. Kamu bisa menggunakan 3
pendekatan untuk bisa mempersuasi audiens yang telah ditentukan.
a. Pendekatan Etika
Kamu bisa menyediakan kalimat-kalimat yang menggunakan nilai moral
atau menyajikan contoh, mana hal yang benar dan mana yang salah.
b. Pendekatan Emosi
Dengan teks pidato yang sudah disiapkan, kamu bisa menggugah perasaan
pendengar atau audiens dengan membuat mereka merasa terharu,
bersemangat atau tergugah untuk mengikuti apa yang kamu katakan.
c. Pendekatan Logika
Pendekatan ini bisa kamu capai dengan membuat isi pidato yang sudah
kamu buat menjadi masuk akal dengan memiliki hal-hal yang kuat, seperti
sumber informasi yang terpercaya, teraktual dan berdasarkan fakta di
lapangan atau data yang sudah tercatat.
2. Metode Penyampaian Pidato
Metode atau cara menyampaikan sebuah pidato perlu ditentukan supaya
dapat lebih meyakinkan pendengar pidato. Ada 4 macam metode penyampaian
pidato persuasif, yaitu metode impromtu, metode ekstemporan, membaca
naskah, dan menghafal. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.
a. Metode Impromtu
Metode ini dikerjakan secara tiba-tiba atau dadakan tanpa adanya
persiapan apapun dari orator. Isi yang ada di pidato juga langsung
disesuaikan dengan situasi di lapangan.
b. Metode Ekstemporan
Metode ini dilakukan tanpa menggunakan naskah pidato, tetapi pada
metode ini orator atau pembicara masih memiliki kesempatan untuk membuat
kerangka isi pidato.
c. Metode Membaca Naskah
Metode ini dilakukan dengan membawa teks pidato dan membacanya pada saat acara berlangsung.
3. Metode Menghafal
Metode ini dilakukan dengan menghafal teks pidato yang sudah
disiapkan sebelumnya, sehingga orator atau pembicara tidak membawa teks
pada saat berpidato di depan. Namun, dengan metode ini, pembaca bisa
juga membawa teks pidato.
Catatan bagi kamu, meskipun metode satu dan dua tidak memerlukan teks
saat kamu berpidato, tetapi kamu tetap harus memahami seperti apa
pidato persuasif itu. Hal ini perlu dilakukan agar pada saat berpidato,
kamu tetap bisa mencapai tujuan pidato persuasif.
Untuk metode tiga dan empat walaupun kamu sudah mempersiapkan teks
pidato dan kamu diperbolehkan untuk membawa teksnya, tetapi kamu juga
perlu untuk mempelajari teks itu lebih lanjut agar pada saat dibacakan
kamu memiliki intonasi dan penekanan yang pas bukan hanya sekedar
membaca.
Contoh Teks Pidato Persuasif
Berikut adalah contoh teks pidato persuasif dengan tema narkoba yang bisa kamu jadikan inspirasi dan contoh.
Teks Pidato Persuasif Tema Narkoba
Pembukaan
Selamat Siang, salam sejahtera dan semoga kita semua tetap dalam
lindungan Tuhan yang Maha Esa. yang saya hormati Ibu Kepala MTs Negeri 7 Jombang, seluruh staf guru dan juga teman-teman yang sayang kasihi.
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita dapat hadir dan
berkumpul disini pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato
singkat saya mengenai narkoba.
Narkoba merupakan permasalahan yang serius di Indonesia,
keberadaannya yang disalahgunakan mengkhawatirkan banyak pihak. Bahkan,
kondisi korban yang sudah terperosok kedalamnya juga sangat
memprihatinkan. Narkoba adalah salah satu perusak masa depan anak muda
yang sebenarnya masih memiliki jalan yang panjang.
Isi
Tindakan tegas untuk tidak menggubrisnya sama sekali adalah
satu-satunya jalan untuk menghindarinya karena sedikit saja berdekatan
dengan benda ini, kita akan terperosok ke dalam lubang hitam yang akan
menyiksa kita secara fisik maupun psikis.
Bagaimana tidak, sekali mencoba narkoba, maka barang ini akan
terus-menerus menghantui kita setiap hari, setiap jam, bahkan setiap
detik! Narkoba adalah zat adiktif yang artinya tubuh kita akan terus
memintanya saat telah mencicipinya.
Bukan berarti tubuh kita benar-benar menginginkannya, tetapi
narkobalah yang memanipulasi tubuh kita untuk memintanya. Tubuh kita
akan dibodohi untuk terus memasukan obat berbahaya ini, meski zat-zat
yang terkandung di dalamnya justru menghancurkan tubuh kita
Tak berhenti disitu saja, narkoba juga akan menyerang kita secara
psikis. Artinya, hati kita akan terus dibuat gelisah jika belum
mencicipinya. Kepala kita akan ditutupi oleh kegelapan yang
ditimbulkannya hingga kita bahkan mampu untuk membentak atau menyakiti
orang yang kita kasihi.
Berbicara perihal orang yang kita kasihi, maka yang menjadi yang akan
korban bukan hanya kita sendiri melainkan orang-orang terdekat kita
yang peduli terhadap kehidupan kita. Bayangkan saja, perasaan orang tua
Anda, ketika melihat Anda menderita karena terjebak oleh bahan berbahaya
ini. Mereka tidak akan sanggup melihat anaknya menderita dan mereka
juga akan mendapatkan banyak stigma masyarakat untuk seumur hidup.
Sudah cukup rasanya tiga juta orang di Indonesia yang telah terjebak
dalam kenikmatan fananya. Ya, Anda tidak salah mendengarnya, tiga juta
orang dan masih terus bertambah telah terjerumus ke lubang hitam benda
haram ini berdasarkan data yang dihimpun oleh BNN atau Badan Narkotika
Nasional pada 2019.
Penutup
Oleh karena itu, saya menyatakan dengan tegas, tolong jangan dekati
benda haram ini! Bukan hanya sekadar masalah hukum saja, tetapi juga
akan menyebabkan tubuh menjadi tidak sehat. Narkoba harus dijauhi karena
benda ini benar-benar destruktif dan akan menghancurkan kehidupan Anda!
Sekian dan Terima kasih.Assalamualaikum Wr. Wb.